Kamis, 07 Juli 2022

Cafe Merebak, Plastik Merajalela

 



Beberapa tahun belakangan ini memang lagi manis-manisnya bisnis cafe, bukan cuma di kota besar seperti Jogja atau Bandung tapi hampir setiap kota di Indonesia!, sekarang anak muda tak perlu merogoh kocek dalam seperti ke Starbuck jika hanya ingin sekedar foto estetik atau terlihat gaul karena ada banyak pilihan cafe yang lebih cocok dengan isi dompet. 


Merek kopi besar pun bermunculan seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa dan lain-lain dan kecendrungan "take away" pun semakin tinggi. 


Tidak ada yang salah dengan ini semua ini tapi cafe-cafe sekarang cuma mengedapankan praktisnya saja. Misal, walaupun kita minum di tempat tetapi wadah minuman memakai plastik take away, mungkin kalau memakai gelas itu buang-buang energi karyawannya ya?, atau tidak ada waktu untuk mencuci gelas-gelas kotor?, kalau pakai plastik sekali pakai kan tinggal buang aja ya? toh beli plastik murah dan tetap untung jualannya. 


Itulah alasan saya selalu pastikan ke pramusaji agar minuman yang saya pesan memakai gelas yang bisa dipakai berulang-ulang atau gelas kaca karena nongkrong, minum di cafe bukan cuma sekedar gaul tetapi ada tanggung jawab kita untuk tidak mendukung produksi plastik sekali pakai. 


Ayok anak yang gaul, kita bisa kok gaul tanpa ikutan merusak alam ya 💚 Salam cinta kopi 💜☕

Minggu, 20 Februari 2022

Taiwan Telah Melarang Kandang Baterai Untuk Bebek Petelur


sumber foto : actforfarmedanimals.org


Taiwan adalah negara pertama di dunia yang melarang kandang baterai untuk bebek petelur. Industri bebek di Taiwan tidak akan bisa lagi menggunakan kandang baterai. Dampak larangan itu akan sangat luas. Kandang baterai, atau kandang konvensional, dirancang untuk menampung hewan bertelur seperti ayam dan umumnya terbuat dari kawat di semua sisinya. (https://www.vegan-news.net/taiwans-duck-egg-industry-could-be-going-cage-free/)

Menurut organisasi perlindungan hewan Environment & Animal Society of Taiwan (EAST). Dengan lebih dari 400 peternakan bebek, negara tersebut memiliki sekitar 21,6 juta bebek petelur, data dari Dewan Pertanian Taiwan. Secara keseluruhan, lebih dari 500 juta telur bebek dihasilkan setiap tahun. 

Bebek adalah unggas air dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di air, yang penting bagi mereka untuk melakukan berbagai perilaku normal seperti mengayak makanan dari air, terjun ke air, membersihkan diri, dan mencelupkan kepala mereka ke dalam air. Perilaku alami ini penting agar bebek memiliki kondisi bulu yang baik, serta menjaga kebersihan lubang hidung dan mata

Masalah kesejahteraan hewan dari kandang baterai berdampak negatif pada hewan baik secara fisik maupun psikologis. Hewan yang di kandang kecil dan sempi tersebut tidak dapat berperilaku alami, seperti menggaruk, mencari makan, dan bersarang, hal itu dapat mengakibatkan perilaku stress pada satwa.

Data dari Kementrian Pertanian pada tahun 2019 menyebutkan Indonesia menghasilkan 321.026 ton telur itik per tahun. Akan tingginya produksi telur itik di Indonesia, 21 Desember 2021, Act For Farmed Animals mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan melarang kandang baterai setelah merilis video penelusuran  rahasia oleh We Animals Media dan Act For Farmed Animals (www.actforfarmedanimals.org) ke sejumlah peternakan di Indonesia dan menemukan penderitaan hewan yang luar biasa.

Minggu, 13 Februari 2022

Peternakan Gurita (Hewan yang Sangat Cerdas) Seharusnya Tidak Boleh Terjadi

Gurita adalah hewan yang sangat cerdas. Di penangkaran yang terlalu kecil mereka tidak bisa untuk mejelajah, tanpa mangsa untuk diburu dan benda-benda untuk dimanipulasi dapat membuat mereka bosan dan stress. Pola makan mereka adalah karnivora dan budidaya gurita akan meningkatkan penangkapan ikan liar untuk pakan. Puluhan hewan laut liar (ikan dan krustasea) harus dibunuh untuk pengembangbiakan seekor gurita. 

Studi oleh Bank Dunia, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), dan Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, dua pertiga dari pasokan ikan pangan global akan berasal dari ikan yang dibudidayakan. https://sentientmedia.org/fish-farming/. Pembudidayaan hewan predator ini bertentangan dengan pedoman akuakultur Uni Eropa yang bertujuan membatasi ketergantungan pada penangkapan ikan di laut terbuka. Pertanian gurita bisa menjadi jenis pertanian intensif yang paling mengerikan.

Perusahaan multinasional Spanyol Nueva Pescanova menuai kontroversi karena telah mengumumkan pembukaan peternakan gurita pertama di dunia tahun depan. Terletak di pedalaman kepulauan Kepulauan Canary, hampir satu juta gurita akan menderita di industri akuakultur ini setiap tahun. 

Berikan suaramu untuk larangan peternakan gurita ini sebelum terlambat. https://drove.com/.2vFy

Minggu, 02 Januari 2022

8 Tempat Nongkrong Asyik di Selatan Yogyakarta

 Halo sobat berang-berang, aku mau kasih lima rekomendasi tempat asyik untuk makan atau sekedar nyantai di daerah selatan Jogja. Sebenarnya ada banyak tempat bagus untuk makan atau nongkrong di daerah selatan Jogja mungkin ini versiku untuk saat ini yang dipengaruhi faktor lokasi.


1. Warung Tedoeh

Coffe : ⭐️

Food : ⭐️⭐️⭐️

Place : ⭐️⭐️⭐️⭐️

Wifi : No

Buka setiap hari : 9 am- 8 pm




Warung ini berlokasi di Sambikerep, Bangunjiwo, Kasihan Bantul. Tempatnya asri dengan bangunan dan pondok-pondok yang estetik dari batu. Tempat ini biasanya jadi favorit keluarga-keluarga karena pilihan makanannya yang banyak dan bangunannya yang luas.

Menu favorit saya di sini nasi lemak, jamur krispi dan tempe mendoan. Harganya terjangkau, bisa cek menu di bawah ini


























2. Kopi Lemah Abang

Coffe : ⭐️⭐️
Food : ⭐️⭐️⭐️ ⭐️
Place : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Wifi : No
Buka setiap hari : 8 am - 8 pm



Kopi Lemah Abang berlokasi di Kasihan, Gedongan, Bangunjiwo, Bantul. Warung ini asyik banget buat nyantai sambil lihat pemandangan sawah dan angin semilir. 

Makanannya super enak, favoritku tumis daun pepaya, pisang goreng, sambal, sayur lodeh dan pisang goreng, aduh semuanya enak deh.

3. Maulaku Coffe
Coffe : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Food : ⭐️⭐️
Place : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Wifi : Yes

                        sumber foto: Google Map


Cafe ini berlokasi di Kalicapung, Banguniwo, Kasihan Bantul. Kalau belum pernah ke sini mungkin agak susah menemukannnya karena lokasinya masuk kampung dan di ujung dekat kali. Menu favoritku di sini coffelatte, matcha dan tentu saja mendoan.

4. Sumir Dika 3
Coffe : ⭐️⭐️
Food : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Place : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Wifi : No
Buka setiap hari : 10 am -10 pm




Lokasi Sumir 3 Dika ada di jalan Jogoripon Timur, Panggungharjo. Nah ini tempat asyik kalau mau makan enak dengan pilihan yang beragam, harganya terjangkau dan lokasi yang bikin nyaman berlama-lama di dekat sawah. Menu favoritku di sini sup jamur, jamur kripsi dan mendoan.

5. Savasana Coffe
Coffe : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Food : ⭐️
Place : ⭐️⭐️⭐️
Wifi : Yes
Buka setiap hari : 10 am- 11 pm



Tempatnya kecil tapi nyaman, cafe ini berlokasi di alan Selarong No.15,  mereka juga jual kopi whole bean atau yang sudah digrinding, bisa request. Tempat ini cocok untuk kerakan tugas atau sekedar santai-santai sambi menikmati pemandangan sawah. Menu favorit, Coffelatte.

6. Moonlight Coffe
Coffe : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Food : ⭐️
Place : ⭐️⭐️⭐️
Wifi : Yes
Buka setiap hari : 12 pm - 12 am

  sumber foto: Google Map

Ini cafe yang bagusnya didatangi pas malam hari kenapa? Karena tepat di samping kanan cafe ini ada sawah yang penuh dengan kunang-kunang, magik dan syahdu.  Menu favoritku, red velvet.

7. Simple Plant 
Coffe : ⭐️
Food : ⭐️⭐️⭐️
Place : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Wifi : Yes
Buka setiap Senin- Sabtu : 3-9 pm




Mau makan sehat dan vegan dengan suasana pohon yang rimbun? Langsung aja ke Simple Plant. Lokasinya di Jalan Plataran, Sembungan, Kasihan Bantul.

Menu favoritku di sini adalah bakso no cuangki dan yamin, tapi menu lainnya juga gak kalah enak seperti geprek atau menu spesial today lainnya. Tempat ini juga menyediakan beer dan minuman beralkohol lainnya.

8. Omah Sawah Sewon
Coffe : ⭐️⭐️
Food : ⭐️⭐️⭐️
Place : ⭐️⭐️⭐️⭐️
Wifi : Yes
Buka setiap hari : 10 am- 11pm



Lokasi Omah Sawah Sewon di  Jalan Parang Teritis Km 5 Sewon Bantul. Tempat terbuka ini cocok untuk kumpul keluarga atau teman-teman. Menu favoritku di sini yaitu jenang, pisang goreng dan mendoan.


Rabu, 01 September 2021

Indonesia's Barbaric Tourism Industry: Stop Wisata Tunggang Gajah



Orang-orang ingin menunggangi gajah, atau memandikannya, atau mengelus belalainya. Namun menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh World Animal Protection (WAP) di seluruh Asia, hal ini akan memicu peningkatan jumlah gajah yang ditangkap dari alam liar dan dipelihara untuk hiburan.

Pada tahun 2016, TripAdvisor mengumumkan mengakhiri penjualan tiket untuk pengalaman satwa liar di mana wisatawan melakukan kontak langsung dengan hewan liar, termasuk menunggang gajah.

Dr Jan Schmidt-Burbach, Global Wildlife and veterinary advisor di World Animal Protection (WAP), mengatakan: "Tren kejam gajah yang digunakan untuk wahana dan pertunjukan semakin meningkat - kami ingin turis tahu bahwa banyak dari gajah ini diambil dari induknya. sebagai bayi, dipaksa untuk menanggung pelatihan yang keras dan menderita kondisi hidup yang buruk sepanjang hidup mereka. Padahal Gajah Asia kini terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Mereka juga ada dalam daftar spesies terancam punah CITES. https://www.bbc.com/news/science-environment-40501667 

Sementara, di Indonesia gajah-gajah tetap dipaksa melakukan praktik "industri wisata brutal ini". Contohnya Kebun Bintang Surabaya yang masih menawarkan paket hiburan menunggagi Gajah. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5519012/kbs-jadi-tempat-wisata-favorit-warga-tunggang-gajah-masih-dinikmati. Atau wisata tunggang gajah di Borobudur  https://20.detik.com/spot-wisata/20210711-210711028/wisata-tunggang-gajah-sumatera-mengelilingi-desa-sekitar-candi-borobudur. Begitu juga dengan agensi perjalan di Bali, seperti Taman Gajah Taro Ubud. Padahal konstruksi tubuh Gajah tidak dirancang untuk ditunggangi dan itu menyiksa gajah.

Cara terbaik untuk membantu pelestarian gajah adalah 

1. Hindari wisata yang mengeksploitasi gajah sebagai tunggangan atau membeli tiket hiburan atraksi yang bukan perilaku alamiah mereka seperti melukis, dan lain sebagainya.

2. Dukung suaka margasatwa yang pro terhadap kehidupan liar gajah dan kamu bisa melakukan kesekarelawan di sana

 3. Jangan pernah membeli atau menerima souvenir yang berasal dari anggota tubuh gajah seperti gelang dari gading gajah.

Jumat, 06 Agustus 2021

Akuakultur, Bisnis Yang Tidak Peduli Dengan Keberlanjutan



Studi oleh Bank Dunia, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), dan Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional (IFPRI) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, dua pertiga dari pasokan ikan pangan global akan berasal dari ikan yang dibudidayakan. https://sentientmedia.org/fish-farming/

Banyak orang dalam industri ikan komersial mengatakan bahwa budidaya ikan dilakukan untuk alasan keberlanjutan dan tidak terlalu merusak lautan, apakah itu benar?

Jawabannya tidak, karena diperlukan hingga lima pon ikan kecil yang liar dari laut untuk memberi makan ke ikan budidaya untuk menghasilkan hanya satu pon daging ikan salmon atau ikan tuna. Pengembangbiakan ikan sebenarnya akan mendorong lebih banyak penangkapan ikan, yang dapat merugikan populasi liar. Oleh karena budidaya ikan komersial yang rakus itu menyebabkan penurunan jumlah paus, lumba-lumba, anjing laut, singa laut, penguin, dan spesies lainnya karena mereka kehilangan sumber makanannya di laut.

Cara yang digunakan untuk menangkap ikan liar untuk dijadikan pakan ikan yang dibudidaya ini sangat mengerikan, yaitu dengan trawl atau jaring pukat. Trawl adalah jaring berbentuk kerucut yang memungkinkannya untuk ditarik di sepanjang dasar laut. Metode penangkapan ikan ini menghasilkan banyak bycatch dan akhirnya merusak dasar laut. Alat ini tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya. Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif.

Pada akhirnya, perusahaan yang bertanggung jawab pada bisnis yang merusak ini hanya peduli dengan keuntungan mereka. Hal yang mereka lakukan hanya untuk membuat bisnis lebih efisien dan lebih menguntungkan.

Belum ada solusi terbaik untuk menghindari masalah ini dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengurangi masalah tersebut. Jika kamu peduli dengan lingkungan, hal paling efektif yang dapat kamu lakukan adalah beralih ke makanan yang berbasis #nabati sebagai gantinya.

Belida, Ikan Berpunggung Pisau Asli Indonesia Yang Populasinya Kian Terancam Akibat Penangkapan Yang Berlebihan




Populasi ikan di Indonesia telah menurun dengan sangat cepat dalam waktu singkat akibat overfishing. Overfishing adalah penangkapan ikan yang berlebihan dan dapat mengakibatkan penipisan sumber daya dan penurunan tingkat pertumbuhan biologis. Contoh kasus menurunnya populasi ikan adalah menurunnya populasi ikan belida.

Ikan yang terkenal sebagai bahan baku makanan tradisional pempek ini merupakan ikan asli Indonesia yang tersebar di perairan sungai rawa di wilayah Paparan Sunda, meliputi Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Selain aktivitas penangkapan yang tinggi, populasi Belida juga semakin menipis akibat perubahan alih fungsi rawa menjadi pemukiman dan aktivitas transportasi air yang dianggap mempengaruhi habitat ikan belida, seperti bus air di sungai Musi atau tongkang yang mengangkut batu bara.

Menteri Kelautan dan Perikanan sudah menetapkan 4 jenis Ikan Belida dalam daftar ikan yang dilindungi dengan status perlindungan penuh. Yaitu Belida jenis Chitala borneensis (belida borneo), Chitala hypselonotus (belida sumatra), Chitala lopis (belida lopis) dan Notopterus notopterus (belida jawa). Perlindungan penuh terhadap ikan belida tertuang dalam keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi. https://pontianak.tribunnews.com/2021/03/07/4-jenis-ikan-belida-yang-tak-boleh-lagi-dikonsumsi-dan-dijual

Dikutip dari Mongabay, salah satu upaya konservasi dilakukan dengan menambah jumlah populasi melalui translokasi, tetapi hal ini membutuhkan waktu yang lama dan hal paling efektif yang dapat kamu lakukan adalah beralih ke makanan yang berbasis nabati sebagai gantinya.