Rabu, 09 Juni 2021

Akuakultur dan Budidaya Ikan, Penimbul Masalah Terhadap Lingkungan.


Tau tidak apa bedanya akuakultur dan budidaya ikan?. Akuakultur adalah metode untuk melakukan pemeliharaan serta penangkaran berbagai jenis makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan yang hidup di perairan, sedangkan istilah 'budidaya ikan' menunjukkan eksploitasi, karena budidaya ikan menggunakan keramba dalam skala besar untuk memaksimalkan keuntungan. Beberapa tambak ikan menggunakan keramba kecil yang penuh sesak seperti metode ayam baterai, sedangkan 'akuakultur’ menggunakan budidaya ikan di keramba besar yang terisolasi di laut, jauh dari garis pantai. (https://www.mindbodygreen.com/0-11561/9-things-everyone-should-know-about-farmed-fish.html ). Akan tetapi kedua metode budidaya ikan ini menimbulkan masalah bagi planet ini. Kerusakan yang disebabkan akuakultur mencakup: 1. Masalah penanganan limbah dan penggunaan antibiotik. Akuakultur juga mencemari perairan setempat dengan fesesnya, yang sering kali mengandung antibiotik dan pestisida yang diberikan untuk menangkal penyakit dan hama. Akumulasi logam juga terjadi, terutama tembaga dan seng. 2. Merusak populasi liar. Penggunaan ikan tangkapan dari alam liar untuk membudidayakan ikan karnivora contohnya ikan salmon. Satwa lainnya di alam liar kekurangan sumber makanan dan mengakibatkan penurunan jumlah paus, lumba-lumba, anjing laut, singa laut, penguin, dan spesies lainnya. 3. Dapat menjadi spesies invasif jika terlepas ke lingkungan karena mereka diseleksi untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat.

4. Akuakultur dapat membahayakan ekosistem perairan dekat pantai. Sekitar 20% dari hutan bakau di seluruh dunia telah rusak sejak tahun 1980an untuk membangun tambak udang dan industri udang menyumbang 38% dari total kerusakan deforestasi bakau . Efeknya kerugian secara perekonomian pada sistem ini jauh lebih besar dibandingkan keuntungan yang didapatkan. Selama empat dekade di Indonesia, 269 ribu hektare hutan mangrove telah diubah menjadi tambak udang dan saat ini telah dibiarkan karena terjadi penumpukan toksin akibat usaha budi daya yang tidak lestari. (https://id.wikipedia.org/wiki/Budi_daya_perairan ) Belum ada solusi terbaik untuk menghindari masalah ini dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengurangi masalah tersebut. Jika Anda peduli dengan lingkungan, hal paling efektif yang dapat Anda lakukan adalah beralih ke makanan yang berbasis nabati sebagai gantinya.


Minggu, 23 Mei 2021

Opini : Nasib Blangkas/ Mimi Untuk Pengobatan Medis

 "Every man, woman, and child and domestic animal on this planet that uses medical services is connected to the horseshoe crab"

sumber foto : https://blogs.unimelb.edu.au

Jadi April tahun 2019 ada peneliti dari IUCN datang ke Telunas beach resort, di tempat saya bekerja waktu itu untuk mengecek status Horse crab atau blankas kata orang Indonesia, apakah satwa ini masuk kategori endangered, vulnerable atau critical endengered. Saya baru tau juga ternyata orang ambil darahnya yang berwarna biru untuk obat, kupikir ini praktik kejam pengobatan alternatif ternyata ini sebuah industri besar legal yang pada tahun 2012 ada sekitar 610.000 horseshoe crab untuk diambil darahnya. Darah yang diambil dari satu ekor adalah sekitar 30% dari total darahnya di dalam tubuh, setelah darahnya diambil lalu blangkas tersebut dikembalikan ke laut. 

Tidak serta merta juga praktek ini sustainable atau berkelanjutan karena pada kenyataannya sebelum proses darahnya disedot, mereka diambil dari laut pake trawl atau jaring pukat, disimpan di kontainer berjam-jam, lalu memasukkan jarum ke membran yang tembus ke jantung, dimasukkan ke kontainer lagi, lalu dikembalikan ke laut. Diprediksi ada 29% blankas yang mati setelah proses itu dan resiko bisnis medical ini bukan hanya terhadap mati hidupnya mereka di alam tetapi peneliti juga menemukan bahwa kegiatan mengambil darah itu menggangu proses mencari pasangan dan bereproduksi hewan tersebut.

Tapi ya...apa sih yang gak dieksploitasi sama manusia, coba bayangkan seandainya Alien datang ke bumi ambil 610.000 manusia tanpa ada persetujuan, lalu mereka ambil darah kita demi pengobatan kaum mereka Alien, setelah darah manusia diambil trus di kembalikan ke bumi. Jadi gak ada tuh kompensasi dikasih vitamin, susu atau vitamin seperti PMI.

https://www.popularmechanics.com/science/health/a26038/the-blood-of-the-crab/

Pelihara Berang-berang Tidak Selucu yang Kalian Pikirkan




 Saya suka khawatir dengan akun-akun di media sosial seperti di instagram yg menggemborkan kelucuan peliharaan berang-berang sebagai peliharaan. Manusia selalu mencoba mendomestifikasikan hewan-hewan liar, contohnya pelihara berang-berang tidak selucu yg ada di instagram. Kalian harus cari informasi sebelum memutuskan pelihara satwa karena itu butuh komitmen besar dan bukan sekedar latah untuk pelihara. Saya juga melihat banyak tren tren org Rusia yg pelihara kucing besar seperti harimau, bob cat, cheeta dll. Tren ini bisa menimbulkan penggelapan satwa liar yang harusnya berada di alamnya tapi malah harus hidup di rumah dan tidak bisa mengekspresikan perilaku alaminya. Please stop latah atau sekedar ikut-ikut dan jangan egois ingin memiliki semuanya.


https://news.mongabay.com/2019/05/otter-cafes-and-cute-pets-craze-fuel-illegal-trafficking-in-japan-and-indonesia/amp/?__twitter_impression=true

BERAPA LAMA PLASTIK TERURAI? DAMPAKNYA UNTUK LINGKUNGAN



Jadi beberapa hari yang lalu saya melakukan penelitian kecil kecilan, saya menggali tanah di belakang rumah dan menemukan beberapa sample plastik makanan ringan, saya ingat betul ini makanan ringan waktu saya SD dulu. Salah satu bungkus sudah expire 11 tahun lalu,  kemungkinan sampah itu sudah dibuang 4 atau lima tahun sebelum expire dengan kata lain sampah itu sudah 14 tahun yang lalu tertimbun dan tidak terurai sama sekali, hanya warnanya yang memudar. Plastik membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai itupun menjadi partikel lebih kecil atau "#microplastick ". Bayangkan sampah ini jika berakhir di laut, ratusan tahun akan mengotori laut dan kemungkinan  besar termakan oleh satwa liar. Peneliti megatakan bahwa LEBIH DARI 90% BURUNG LAUT DITEMUKAN PLASTIK DALAM PERUTNYA ". mereka menganggap sampah sampah itu seperti telur ikan. 


Jadi tolong bijaksana ketika memutuskan membeli atau memakai plastik sekali pakai,  tolak jika tidak diperlukan dan tolong jangan buang sampah sembarangan apalagi untuk teman teman saya yang tinggal di pulau jangan sampai sampah tercemar ke laut


https://www.theguardian.com/environment/2015/sep/01/up-to-90-of-seabirds-have-plastic-in-their-guts-study-finds

Kamis, 20 Mei 2021

46% plastik di laut berasal dari jaring ikan

 

Tahukah kamu apa hubungannya mengkonsumsi ikan laut dengan kerusakan lingkungan?

Diperkirakan delapan juta ton sampah plastik berakhir ke laut setiap tahun dan total jumlah sampah itu 46% nya berasal dari jaring ikan. Selain merusak laut, juga tidak sehat lagi untuk dikonsumsi. Penelitian terbaru menemukan bahwa lebih dari seperempat ikan sekarang mengandung plastik, termasuk yang kita konsumsi sebagai makanan laut.

Plastik kini terbukti menyerap polutan yang mengandung bahan kimia seperti bisphenol A (BPA), Ps oligomer, polychlorinated biphenyls (PCBs), bahkan DDT. Racun ini dilepaskan baik di laut maupun di hewan laut yang mengkonsumsinya. Mereka diketahui menyebabkan masalah hati, gangguan hormonal, masalah sistem kekebalan, dan masalah perkembangan masa kanak-kanak.


Sumber:

https://www.triplepundit.com/story/2018/our-plastic-problem-plastics-marine-life-and-beyond/11841

https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2017/feb/14/sea-to-plate-plastic-got-into-fish

Jumat, 12 Maret 2021

Kandang Baterai itu Kejam Untuk Satwa dan Tidak Sehat Untuk Manusia

Setiap tahun, diperkirakan jumlah produksi telur dari 10 negara penghasil dan pemasok telur terbesar
di dunia adalah 45,518 triliun kilogram, dan angka ini terus bertambah. Dari 10 negara penghasil telur terbesar di dunia, Indonesia menduduki peringkat ke tujuh dengan produksi 1,22 triliun kilogram telur per tahun. Semakin meningkat permintaan untuk suplai telur, berarti akan semakin bertambah pula jumlah ayam petelur yang dimanfaatkan sebagai penghasil telur untuk memenuhi kebutuhan pasar global, dan mereka terancam perlakuan eksploitatif di peternakan-peternakan skala besar yang menerapkan sistem intensif dengan penggunaan kandang baterai.

Secara global, manusia menternakkan 77 miliar hewan darat untuk dimanfaatkan telur, daging dan susunya (tidak termasuk ikan dan hewan air lain)—seringkali dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi dan tidak memperhatikan kesejahteraan mereka, dan 67 miliar di antaranya adalah ayam. Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 260 juta ayam ras petelur dan semuanya terkerangkeng di kandang baterai yang kejam.

Kesejahteraan satwa di Indonesia diatur dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2014 Pasal 1 ayat 42 yaitu Kesejahteraan Hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental Hewan menurut ukuran perilaku alami Hewan yang perlu diterapkandan ditegakkan untuk melindungi Hewan dari perlakuan Setiap Orang yang tidak layak terhadap Hewan yang dimanfaatkan manusia. Namun menurut saya sistem kandang baterai sangat bertentangan dengan undang-undang tersebut, dimana ayam-ayam kandang baterai ini diperlakukan tidak layak selama hidupnya dan tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar hewan seperti bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa nyeri, luka dan sakit, bebas mengekspresikan perilaku alaminya dan bebas dari rasa takut dan tertekan. 

Lebih lanjut, kesrawan merupakan isu publik yang menjadi perhatian dunia, dalam studi komprehensif terkait keamanan pangan yang pernah dilakukan European Food Safety Authority mengenai perbandingan kontaminasi salmonella di sistem kandang baterai vs bebas kandang, disimpulkan bahwa ontaminasi salmonellpada sistem kandang baterai lebih tinggi jika dibandingkan dengan bebas kandang. Hal ini juga tidak sesuai dengan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2014 Pasal 1 ayat 2 yang mengatur tentang kesehatan masyarakat yang berisi “Kesehatan Hewan adalah segala urusan yang berkaitan dengan perlindungan sumber daya Hewan, kesehatan masyarakat, dan lingkungan serta penjaminan keamanan Produk Hewan, Kesejahteraan Hewan, dan peningkatan akses pasar untuk mendukung kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan asal Hewan”

Beberapa negara sudah melarang praktik kejam ini, contohnya Belanda sejak 1 Januari 2012. Di tahun yang sama pemerintah Selandia Baru juga melarang penggunaan kandang baterai, beberapa negara bagian perserikatan Amerika telah melarang penggunaan kandang baterai sejak Maret 2020 dan beberapa negara Eropa lainnya.

Menurut saya, ini sudah saatnya pemerintah Indonesia dan semua masyarakat lebih peduli terhadap kesejahteraan satwa dan benar-benar mengimplementasikan UU yang telah disusun. Saya juga berharap kepada peternak di seluruh Indonesia beralih ke sistem penggunaan telur bebas kandang baterai.


Jumat, 21 Agustus 2020

Wisata Pulau Pandang, dari Ranto ke Tanjung Tiram, Batu Bara

    

    Objek wisata ke Pulau Pandang ini mulai terkenal dan ramai dikunjungi sekitar 3-4 tahun yang silam dan wajar saja tidak banyak orang yang tau lokasi ini dan penataan kotanya juga belum ramah turis kalau menurut saya, mulai dari akes jalan ke pantainya, pilihan penginapan, apalagi tourist information tidak ada sama sekali.

      Untuk ke Pulau Pandang kalian bisa ikut agen perjalanan dari Medan langsung atau Rantau Prapat langsung atau dari Kisaran, tinggal cari informasi aja ke Agen travelnya. Tapi jika ingin ikut tur ini lewat Pelabuhan BOM Tanjung Tiram kalian bisa naik bus turun di Sei Bejangkar, ada banyak pilihan bus, bisa ke loket atau tunggu aja di Jalan Baru, begitupun kalau datang dari Medan, bilang aja tujuannya Sei Bejangkar. Nah setelah turun di simpang Sei Bejangkar bisa naik angkot (cuma sampai jam 6 sore) ke kota dekat Pelabuhan ongkosnya 10k/pax. Kalau mau naik becak juga bisa ongkosnya 50k sekali jalan, bisa diisi tiga orang. Kalau mau naik ojek juga bisa 25k/pax. 

      Nah untuk nyebrang ke Pulau kalian harus hubungi agen perjalanan karena tidak ada kapal komersial menuju ke sana ongkosnya mulai dari 130k-170k/pax sudah termasuk pulang pergi dan berangkatnya pagi.




    Oh iya karena kami sampai di Tanjung Tiram sore hari, akhirnya kami menginap semalam penginapan Haji Khozan, permalan mulai dari 80k-250k, tergantung fasilitas kamar, lokasinya sekitar 1km dari pelabuhan.



       Paginya jam 8:45 kami berangkat naik kapal berkapasitas 50 penumpang lebih, kapal ini dilengkapi toilet dan ruangan ber AC di dek bawah, Perjalanan memakan waktu dua jam, sesampainya sdi sana sudah banyak pengunjung dari kapal-kapal lain.
     Tur ini seharian ke Pulau Pandang dan singgah sebentar di pulau Salah Namo sampai jam 5:30 sore kembali ke pelabuhan. Di pulau Pandang kalian bisa berenang, treking ke Batu belah dan ke Marcu suar. 




     Tips dan triknya, karena di kapal tidak
tidak disediakan makan dan minum kalian harus bawa bekal sendiri dan persediaan snack yang buanyak biar seru (tapi jangan buang sampah sembarangan). Tidak ada penyewaan alat snorkling juga, jadi kalau mau snorkling harus bawa alat sendiri. Segitu aja dulu, kalau mau tanya-tanya bisa langsung DM ke instagramku @tornitasantarahrp.