Minggu, 23 Mei 2021

BERAPA LAMA PLASTIK TERURAI? DAMPAKNYA UNTUK LINGKUNGAN



Jadi beberapa hari yang lalu saya melakukan penelitian kecil kecilan, saya menggali tanah di belakang rumah dan menemukan beberapa sample plastik makanan ringan, saya ingat betul ini makanan ringan waktu saya SD dulu. Salah satu bungkus sudah expire 11 tahun lalu,  kemungkinan sampah itu sudah dibuang 4 atau lima tahun sebelum expire dengan kata lain sampah itu sudah 14 tahun yang lalu tertimbun dan tidak terurai sama sekali, hanya warnanya yang memudar. Plastik membutuhkan puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai itupun menjadi partikel lebih kecil atau "#microplastick ". Bayangkan sampah ini jika berakhir di laut, ratusan tahun akan mengotori laut dan kemungkinan  besar termakan oleh satwa liar. Peneliti megatakan bahwa LEBIH DARI 90% BURUNG LAUT DITEMUKAN PLASTIK DALAM PERUTNYA ". mereka menganggap sampah sampah itu seperti telur ikan. 


Jadi tolong bijaksana ketika memutuskan membeli atau memakai plastik sekali pakai,  tolak jika tidak diperlukan dan tolong jangan buang sampah sembarangan apalagi untuk teman teman saya yang tinggal di pulau jangan sampai sampah tercemar ke laut


https://www.theguardian.com/environment/2015/sep/01/up-to-90-of-seabirds-have-plastic-in-their-guts-study-finds

Kamis, 20 Mei 2021

46% plastik di laut berasal dari jaring ikan

 

Tahukah kamu apa hubungannya mengkonsumsi ikan laut dengan kerusakan lingkungan?

Diperkirakan delapan juta ton sampah plastik berakhir ke laut setiap tahun dan total jumlah sampah itu 46% nya berasal dari jaring ikan. Selain merusak laut, juga tidak sehat lagi untuk dikonsumsi. Penelitian terbaru menemukan bahwa lebih dari seperempat ikan sekarang mengandung plastik, termasuk yang kita konsumsi sebagai makanan laut.

Plastik kini terbukti menyerap polutan yang mengandung bahan kimia seperti bisphenol A (BPA), Ps oligomer, polychlorinated biphenyls (PCBs), bahkan DDT. Racun ini dilepaskan baik di laut maupun di hewan laut yang mengkonsumsinya. Mereka diketahui menyebabkan masalah hati, gangguan hormonal, masalah sistem kekebalan, dan masalah perkembangan masa kanak-kanak.


Sumber:

https://www.triplepundit.com/story/2018/our-plastic-problem-plastics-marine-life-and-beyond/11841

https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2017/feb/14/sea-to-plate-plastic-got-into-fish

Jumat, 12 Maret 2021

Kandang Baterai itu Kejam Untuk Satwa dan Tidak Sehat Untuk Manusia

Setiap tahun, diperkirakan jumlah produksi telur dari 10 negara penghasil dan pemasok telur terbesar
di dunia adalah 45,518 triliun kilogram, dan angka ini terus bertambah. Dari 10 negara penghasil telur terbesar di dunia, Indonesia menduduki peringkat ke tujuh dengan produksi 1,22 triliun kilogram telur per tahun. Semakin meningkat permintaan untuk suplai telur, berarti akan semakin bertambah pula jumlah ayam petelur yang dimanfaatkan sebagai penghasil telur untuk memenuhi kebutuhan pasar global, dan mereka terancam perlakuan eksploitatif di peternakan-peternakan skala besar yang menerapkan sistem intensif dengan penggunaan kandang baterai.

Secara global, manusia menternakkan 77 miliar hewan darat untuk dimanfaatkan telur, daging dan susunya (tidak termasuk ikan dan hewan air lain)—seringkali dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi dan tidak memperhatikan kesejahteraan mereka, dan 67 miliar di antaranya adalah ayam. Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 260 juta ayam ras petelur dan semuanya terkerangkeng di kandang baterai yang kejam.

Kesejahteraan satwa di Indonesia diatur dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2014 Pasal 1 ayat 42 yaitu Kesejahteraan Hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental Hewan menurut ukuran perilaku alami Hewan yang perlu diterapkandan ditegakkan untuk melindungi Hewan dari perlakuan Setiap Orang yang tidak layak terhadap Hewan yang dimanfaatkan manusia. Namun menurut saya sistem kandang baterai sangat bertentangan dengan undang-undang tersebut, dimana ayam-ayam kandang baterai ini diperlakukan tidak layak selama hidupnya dan tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar hewan seperti bebas dari ketidaknyamanan, bebas dari rasa nyeri, luka dan sakit, bebas mengekspresikan perilaku alaminya dan bebas dari rasa takut dan tertekan. 

Lebih lanjut, kesrawan merupakan isu publik yang menjadi perhatian dunia, dalam studi komprehensif terkait keamanan pangan yang pernah dilakukan European Food Safety Authority mengenai perbandingan kontaminasi salmonella di sistem kandang baterai vs bebas kandang, disimpulkan bahwa ontaminasi salmonellpada sistem kandang baterai lebih tinggi jika dibandingkan dengan bebas kandang. Hal ini juga tidak sesuai dengan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2014 Pasal 1 ayat 2 yang mengatur tentang kesehatan masyarakat yang berisi “Kesehatan Hewan adalah segala urusan yang berkaitan dengan perlindungan sumber daya Hewan, kesehatan masyarakat, dan lingkungan serta penjaminan keamanan Produk Hewan, Kesejahteraan Hewan, dan peningkatan akses pasar untuk mendukung kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan asal Hewan”

Beberapa negara sudah melarang praktik kejam ini, contohnya Belanda sejak 1 Januari 2012. Di tahun yang sama pemerintah Selandia Baru juga melarang penggunaan kandang baterai, beberapa negara bagian perserikatan Amerika telah melarang penggunaan kandang baterai sejak Maret 2020 dan beberapa negara Eropa lainnya.

Menurut saya, ini sudah saatnya pemerintah Indonesia dan semua masyarakat lebih peduli terhadap kesejahteraan satwa dan benar-benar mengimplementasikan UU yang telah disusun. Saya juga berharap kepada peternak di seluruh Indonesia beralih ke sistem penggunaan telur bebas kandang baterai.


Jumat, 21 Agustus 2020

Wisata Pulau Pandang, dari Ranto ke Tanjung Tiram, Batu Bara

    

    Objek wisata ke Pulau Pandang ini mulai terkenal dan ramai dikunjungi sekitar 3-4 tahun yang silam dan wajar saja tidak banyak orang yang tau lokasi ini dan penataan kotanya juga belum ramah turis kalau menurut saya, mulai dari akes jalan ke pantainya, pilihan penginapan, apalagi tourist information tidak ada sama sekali.

      Untuk ke Pulau Pandang kalian bisa ikut agen perjalanan dari Medan langsung atau Rantau Prapat langsung atau dari Kisaran, tinggal cari informasi aja ke Agen travelnya. Tapi jika ingin ikut tur ini lewat Pelabuhan BOM Tanjung Tiram kalian bisa naik bus turun di Sei Bejangkar, ada banyak pilihan bus, bisa ke loket atau tunggu aja di Jalan Baru, begitupun kalau datang dari Medan, bilang aja tujuannya Sei Bejangkar. Nah setelah turun di simpang Sei Bejangkar bisa naik angkot (cuma sampai jam 6 sore) ke kota dekat Pelabuhan ongkosnya 10k/pax. Kalau mau naik becak juga bisa ongkosnya 50k sekali jalan, bisa diisi tiga orang. Kalau mau naik ojek juga bisa 25k/pax. 

      Nah untuk nyebrang ke Pulau kalian harus hubungi agen perjalanan karena tidak ada kapal komersial menuju ke sana ongkosnya mulai dari 130k-170k/pax sudah termasuk pulang pergi dan berangkatnya pagi.




    Oh iya karena kami sampai di Tanjung Tiram sore hari, akhirnya kami menginap semalam penginapan Haji Khozan, permalan mulai dari 80k-250k, tergantung fasilitas kamar, lokasinya sekitar 1km dari pelabuhan.



       Paginya jam 8:45 kami berangkat naik kapal berkapasitas 50 penumpang lebih, kapal ini dilengkapi toilet dan ruangan ber AC di dek bawah, Perjalanan memakan waktu dua jam, sesampainya sdi sana sudah banyak pengunjung dari kapal-kapal lain.
     Tur ini seharian ke Pulau Pandang dan singgah sebentar di pulau Salah Namo sampai jam 5:30 sore kembali ke pelabuhan. Di pulau Pandang kalian bisa berenang, treking ke Batu belah dan ke Marcu suar. 




     Tips dan triknya, karena di kapal tidak
tidak disediakan makan dan minum kalian harus bawa bekal sendiri dan persediaan snack yang buanyak biar seru (tapi jangan buang sampah sembarangan). Tidak ada penyewaan alat snorkling juga, jadi kalau mau snorkling harus bawa alat sendiri. Segitu aja dulu, kalau mau tanya-tanya bisa langsung DM ke instagramku @tornitasantarahrp.

Sabtu, 15 Agustus 2020

Liburan seru ke Bukit Holbung Samosir, dari Rantauprapat ke Samosir



Buat kamu yang udah jenuh di rumah aja karena pandemik dan pengen jalan-jalan tapi belum bisa perjalanan jauh atau naik pesawat, kamu bisa coba ke pulau Samosir, Prapat yang cantik, dingin dan banyak pilihan wisatanya. Tapi harus tetap jaga kesehatan ya, cuci tangan degan bersih dan pakai masker.

Rute kesana kalau kalian dari Rantauprapat bisa naik bus ke Siantar dengan bus SBT atau KUPJ, ongkosnya Rp. 50.000 aja, nah dari Siantar turun di terminal Perluasan langsung ambil bus Sejahtera, ongkosnya cuma Rp. 15.000 dan waktu perjalanan Siantar-Prapat sekitar dua jam. Sementara kalau kamu berangkat dari Medan bisa dari stasiun Amplas naik bus Sejahtera menuju Prapat ongkosnya Rp. 40.000. Sampai di Prapat turun di Pelabuhan Tiga RajaRaja untuk nyebrang ke pulau Samosir, kalian bisa lihat jadwal kapal sementara di bawah ini, tapi biasanya sih paling lama jam 4 sore, oh iya tips juga kalau gak mau ketinggalan kapal untuk jam keberangkatan yg kita pilih lebih baik sudah berada di pelabuhan 30 menit sebelum berangkat karena pengalaman waktu itu kita mau pulang dari Tuktuk ke Tiga Raja begitu kapal datang masukin penumpang cuma lima menit kapal sudah mulai jalan jadi gak ada nunggu-nunggu lagi, jadi kalau kalian telat 10 menit aja bakalan ketinggalan dan harus naik keberangkatan selanjutnya.



      Dari Tiga Raja ada dua pilihan untuk turun yaitu di Tomok atau Tuk-Tuk, kami turun ke Tuk-tuk karena lebih dekat ke jalur Utara lewat Utara ke Pangururan. Di Tuk-Tuk kami sewa motor, biasa tarif sewa motor dipatok 80K-100K belum termasuk bensin, pinter-pinter nawar aja, kalau ada kenalan yang bisa sewain motor sih lebih bagus. Dari Tuk-Tuk ke Bukit Holbung memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit naik motor. Kalau kalian mau berkemah di sana harus atur waktu total perjalanan ya, saran saya sih paling lama jam 2 siang harus sudah di Prapat agar bisa nyebrang naik kapal ke Samosir. 
   Menuju ke Bukit Holbung kalian bisa lihat via Google Map, di sana ada pos jaga kendaraan dan biaya retribusi 10k/orang, sudah termasuk parkir satu motor. Untuk naik ke Bukit gampang banget, gak perlu pake jasa antar jalan, cukup ikutin aja jalan setapak, udah ada tangganya juga, jalan 15 menit juga sampai. Di pos juga disediakan toilet.
     Tips berkemah di Bukit Holbung, karena di sana sangat dingin dan beragin jadi wajib banget bawa tenda dan sleeping bag. Tenda kalian harus dipacak kuat kalau enggak nanti bisa copot. Kalau mau masak yang simple aja soalnya susah buat api, di sana gak ada kayu untuk bakaran dan saran saya sih jangan bakar-bakar di sana soalnya geografis daerahnya yang kering banyak rumput dan gampang terbakar, ketika kami di sana ada api besar di sekitar tempat kemah yang membakar salah satu sisi Bukit dan terpaksa harus dipadamkan oleh orang-orang lokal. Jadi untuk masak biasanya saya bawa kompor dan parafin padat. Buat makan pagi kita buat Sandwich sarden pake sawi haha, siangnya kita sudah turun.
Siangnya kita kita ke air terjun yang dingin banget " Naisogop", ada di post ku lainnya.

Selasa, 16 Juni 2020

Dapatkah Kita Percaya Zona Hijau Versi Pemerintah?

Berawal dari hasil keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarin yang menyatakan akan membuka lagi proses belajar mengajar secara tatap langsung di sekolah hanya di daerah zona hijau lalu saya melakukan investigasi tentang kredibilitas zona hijau di Indonesia, apakah data zona hijau dapat kita percaya?


Zona hijau adalah negara atau wilayah tanpa kasus yang dikonfirmasi, atau tanpa Ada pelancong yang terinfeksi yang datang dari negara/wilayah lain. Dari pengertian tadi bebas tidaknya suatu wilayah dari kasus harus dibuktikan dengan tes rapid atau tes swab karena data tes ini sebagai bukti apakah memang suatu wilayah bebas dari covid atau seberapa besar dampak penyebaran. Apalagi banyak kasus OTG, kan kita tidak bisa berpersepsi di suatu wilayah dikatakan zona hijau alias tanpa kasus tanpa pembuktian data dari tes.
Contoh kasus di tempat saya provinsi Sumatera Utara, per 15 Juni 2020 ada 932 positif dari total 39.294 di Indonesia.  Saya meminta konfirmasi dari sumutcovid19.id berapa total tes yang sudah dilakukan selama tiga bulan terakhir, mereka mengakatan bahwa itu informasi rahasia dan harus menyurati gugus tugas covid dahulu bahkan mereka menanyakan untuk kepentingan apa dan dari instansi mana saya, lah memangnya selama ini tidak ada transparansi?, saya masyarakat biasa tidak berhak tau?. Akhirnya petugas panggilan mengatakan ada sekitar 500 tes per hari padahal ada 14 jutaan penduduk di provinsi Sumut. Berikut adalah grafik pertumbuhan kasus di SUMUT, sumber data sumutcovid19.id.

dari grafik bisa terlihat jelas bahwa kasus positif terus meningkat sementara antar lintas Sumatera bebas hambatan tanpa ada pemeriksaan maupun protokol kesehatan, lalu bagaimana kita yakin beberapa kota di Sumut dinyatakan zona hijau?.
Dalam skala negara, per 16 Juni 2020 Indonesia hanya memeriksa 540,115 spesimen virus covid padahal ada 270an juta penduduk Indonesia.




Tes yang dilakukan di Indonesia sangat jauh dari harapan bahkan dari sumber ourworldindata.org negara kita di bawah negara India dan Mexico.



Dari situs CNN.com mengatakan dari bulan April US melakukan tes 150.000 per hari sementara German degan populasi yang lebih sedikit melakukan tes 120.000 orang per hari. 


Kesimpulannya dengan adanya data-data di atas tanpa ada pembuktian tes saya meragukan kevalidan zona hijau yang diberitahukan pemerintah, 17 Juni 2020 gugus tugas covid menyatakan 7 provinsi dinyatakan bebas covid, sama halnya saya tidak percaya jika provinsi itu tidak dibuktikan dengan hasil tes. 


Masalah lainnya masyarakat sering disalahkan tidak jujur kepada petugas medis yang menyebabkan petugas terinfeksi, menurut saya ini karena minimnya tes dan harganya juga kurang terjangkau oleh kebanyakan orang. Sekali tes Swab kira-kira Rp.2.000.000 dan Rapid sekitar Rp. 300.000. Gimana mau jujur, mereka aja tidak tau terinfeksi apa tidak.


Jadi menurut saya PR pemerintah harus lebih meningkatkan tes di seluruh Indonesia agar kita tau sejauh dan sebanyak apa virus ini sudah menyebar, bukannya malah mengganggap covid sudah menghilang atau bahkan kasus covid di Indonesia lebih tinggi dari Amerika Serikat, bisa jadi kalau seandainya kita tes sebanyak yang mereka  lakukan. New Normal boleh saja asal datanya dapat dipercaya. Masyarakat juga jangan lengah dengan dihapusnya PSBB atau dibukanya fasilitas-fasilitas umum lainnya, kita belum terbebas dari Covid.

Selasa, 09 Juni 2020

Panji yang gak Petualang-petualang amat




Panji Petualang, sebuah acara telivisi  bertajuk dunia satwa liar ini menjadi tontonan populer yang dimulai di tahun 2007 silam. Sang pembawa acara, Muhammad Panji membuat masyarakat Indonesia kagum karena keberaniannya berhadapan dengan hewan buas.

Sebelumnya saya mau apresiasi Panji karena dia mengerti banyak tentang hewan dan berani, Steve Irwinnya Indonesialah pokoknya. Namun ada beberapa konten acara yang kurang pas menurut saya. Salah satunya yaitu ketika dia mengunjungi temannya yg memelihara harimau, biarpun harimau yg dipelihara bukan harimau Sumatra yang terancam punah namun tetap saja itu hewan liar yang tidak patut untuk diperjual belikan, apalagi hanya untuk sekedar hobi atau mencari keuntungan. Yang saya khawatirkan adalah acara ini akan memunculkan keinginan orang orang untuk memelihara satwa liar, alasannya karena satwa ini "dari penangkaran". 

Ada lagi episode katika dia mengunjungi Irfan Hakim yang pelihara monyet. Ya ampun saya pikir itu bukan untuk tujuan rehabilitasi sama sekali, cuma untuk hobby saja karena monyetnya dipakaikan baju. Saya pikir hal ini bisa menimbulkan keinginan publik untuk pelihara monyet padahal mereka hewan liar dan berbahaya jika menjadi hewan peliharaan. Di pasar hewan biasanya monyet djual dari satwa yg diambil secara ilegal dari hutan, dan diambil paksa dari induknya. Dikutip dari Mongabay, menyebutkan bahwa perdagangan ilegal satwa liar mencapai angka yang fantastis, mencapai Rp13 Triliun 

Praktik penangkaran harimau yg dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperdagangkan produknya, baik kulit, tulang, gigi atau tengkorak juga sama buruknya. Perkiraan saat ini jumlah harimau di peternakan pembibitan sekitar 7.000 dan 8.000, terutama di Cina, Vietnam, Thailand dan Laos, menurut Badan Investigasi Lingkungan. Pada 2016, otoritas Thailand menggerebek Kuil Harimau yang terkenal di provinsi Kanchanaburi yang dicurigai membiakkan dan memperdagangkan harimau secara ilegal. Lebih dari 130 harimau hidup, lebih dari 40 anak harimau mati, kulit harimau dan 1.500 jimat kulit harimau adalah beberapa dari produk satwa liar yang disita. Daya tarik wisata yang terkenal itu kemudian ditutup meskipun pengumuman telah dibuat untuk membuka fasilitas serupa di dekatnya.

Peternakan harimau menimbulkan ancaman langsung terhadap upaya meningkatkan populasi liar, melanggengkan permintaan konsumen akan produk harimau (khususnya untuk produk "bersumber liar") di pasar-pasar utama di Asia, serta merusak upaya penegakan dan pemantauan yang bertujuan menganalisis dan mencegah perdagangan harimau. 

Kupikir media televisi harus hati-hati buat dalam menyajikan konten, apalagi menyangkut figur publik yang gampang diikuti banyak orang tanpa edukasi yang tepat, pemahaman atau maksud yang lebih baik hal ini bisa menimbulkan makin tingginya perdangangan satwa liar, yang sudah pasti merusak ekosistem dan kita. Dampak buruk lainnya seperti yang kita ketahui ada banyak virus zoonotic atau virus yang disebarkan oleh satwa liar kemanusia, salah satunya covid 19

Kesimpulannya, kita harus bisa lebih bijak dalam membangun relasi dengan lingkungan dan satwa liar, juga jangan gampang tergiur untuk ingin memiliki itu tanpa mempertimbangkan baik buruknya karena satwa liar bukan properti yang bisa bebas kita miliki, mereka juga mahkluk hidup, punya tempat dan fungsinya masing-masing di alam.